Suara dari Pesantren Qomarul Huda, Jaga Tumbuh Kembang Anak di Era Digital

Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Statistik Pengunjung
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT

Kategori
Pagi di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (5/5/2026), tidak berjalan seperti biasanya. Sejak gerbang dibuka, barisan santri telah bersiap menyambut tamu dengan penuh antusias.
Dentuman dan perkusi drum band berpadu dengan lantunan sholawat yang diiringi hadroh, menciptakan suasana religius sekaligus meriah. Tarian tradisional mengiringi langkah tamu yang datang, memperlihatkan wajah NTB yang kaya akan budaya dan nilai kebersamaan.
Sorak sorai pelajar pecah saat Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, memasuki area acara. Kehadiran pemerintah di ruang-ruang pendidikan seperti pesantren menjadi simbol bahwa negara hadir hingga ke lapisan paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Namun lebih dari sekadar seremoni, kunjungan ini membawa pesan yang mendalam: melindungi masa tumbuh anak di tengah transformasi digital yang kian cepat.
Forum Sahabat Tunas yang mengusung tema “Cerdas, Sehat, dan Terlindungi” menjadi ruang dialog lintas generasi. Pemerintah, akademisi, kreator konten, pendidik, dan pelajar duduk bersama membahas tantangan sekaligus peluang di era digital.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak dapat dihindari. Internet dan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak dan remaja.
Namun, di balik manfaatnya, terdapat risiko yang tidak kecil. Mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia, interaksi dengan pihak asing yang tidak dikenal, hingga potensi kecanduan gawai yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental. “Bukan internetnya yang dilarang. Yang kita jaga adalah agar masa tumbuh anak tidak diambil alih oleh ruang digital yang belum siap mereka hadapi,” ujar Meutya Hafid.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan kebijakan yang tidak represif, melainkan protektif. Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) berupaya menghadirkan ekosistem digital yang lebih aman bagi generasi muda.
Salah satu langkah konkret adalah pembatasan akses terhadap platform berisiko bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini didasarkan pada kajian multidisiplin, termasuk psikologi perkembangan dan kesehatan anak, yang menunjukkan bahwa kemampuan kontrol diri dan kematangan emosi belum sepenuhnya terbentuk pada usia tersebut.
Dalam konteks ini, negara tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator edukasi publik.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan digital dan dunia nyata. Ia mengingatkan bahwa kedekatan emosional dengan keluarga, guru, dan lingkungan sekitar tetap menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak. “Jangan sampai kita lebih dekat dengan dunia digital daripada dengan orang-orang yang menyayangi kita di dunia nyata,” ujarnya.
Pesan tersebut menemukan relevansinya di tengah meningkatnya intensitas penggunaan internet oleh anak-anak. Data menunjukkan bahwa durasi penggunaan gawai pada remaja terus meningkat, sering kali tanpa diimbangi dengan literasi digital yang memadai.
Salah satu narasumber Forum Sahabat Tunas, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Whinda Yustisia, menjelaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada akses teknologi, tetapi pada kemampuan menyaring informasi. Ia menyoroti maraknya hoaks dan penipuan digital yang kerap menyasar pengguna muda. “Kemampuan untuk melakukan verifikasi atau cross-check menjadi sangat penting. Literasi digital tidak hanya soal menggunakan teknologi, tetapi juga memahami dan menyikapi informasi secara kritis,” jelasnya.
Pendekatan edukatif dalam forum ini tidak hanya disampaikan melalui paparan akademik. Pendongeng Danang Sriwijayanto menghadirkan cerita reflektif tentang seorang anak yang terlalu larut dalam dunia gawai hingga mengabaikan orang tuanya. Narasi sederhana tersebut menjadi pengingat kuat bahwa teknologi tidak boleh menggerus nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, konten kreator Syakir Daulay mengajak para santri melihat media sosial sebagai alat untuk berkembang, bukan sekadar ruang konsumsi hiburan. Ia menekankan pentingnya orientasi kebermanfaatan dalam setiap aktivitas digital. “Yang dibatasi itu bukan anaknya, tetapi platformnya. Supaya konten yang diterima sesuai dengan usia dan kebutuhan,” ujarnya.
Pendekatan Kolaboratif
Kehadiran berbagai perspektif ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital membutuhkan pendekatan kolaboratif. Tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi juga memerlukan edukasi, pendampingan, dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah daerah juga memainkan peran penting dalam implementasi kebijakan tersebut. Wakil Gubernur NTB, Indah Dharmayanti Putri menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang aman.
Selain itu, peran keluarga menjadi faktor penentu. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai risiko di dunia digital.
Di tingkat pendidikan, pesan yang sama juga ditegaskan oleh Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir. Ia mengingatkan pentingnya prinsip “saring sebelum sharing” sebagai etika dasar bermedia sosial.
Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi subjek aktif dalam penggunaan teknologi, bukan sekadar objek yang terbawa arus.
Di tengah berbagai paparan dan diskusi, suara pelajar menjadi refleksi yang tidak kalah penting. Taufik, siswa kelas XI, mengaku merasa lebih percaya diri setelah memahami adanya perlindungan hukum terhadap hak-hak anak di ruang digital.
Sementara Hanifa siswa kelas XI menyatakan dirinya menjadi lebih kritis terhadap informasi yang diterima, terutama terkait potensi hoaks.
Pandangan serupa disampaikan Yana, siswi kelas VII, yang menilai bahwa edukasi menjadi kunci utama agar pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu melindungi diri.
Testimoni tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak menolak kehadiran teknologi. Mereka justru siap beradaptasi, selama diberikan pemahaman dan ruang yang aman.
Forum Sahabat Tunas menjadi bagian dari gerakan nasional dalam membangun literasi digital yang komprehensif. Kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan percepatan transformasi digital yang inklusif dan berkeadilan.
Lebih jauh, upaya ini juga menyasar sekitar 70 juta anak Indonesia di bawah usia 16 tahun yang saat ini berada dalam fase penting perkembangan. Dengan pendekatan yang menggabungkan regulasi, edukasi, dan nilai kultural, pemerintah berupaya memastikan bahwa transformasi digital tidak mengorbankan masa depan generasi muda.
Walhasil, dari Lombok Tengah, pesan itu disampaikan dengan cara yang khas Indonesia: hangat, kolaboratif, dan sarat nilai. Di tengah lantunan sholawat dan semangat santri, harapan tentang generasi yang cerdas secara digital, sehat secara sosial, dan kuat secara karakter terasa semakin nyata.
Penulis: Wandi
Redaktur: Kristantyo Wisnubroto
332 Kali dibuka
Kepala Desa Menyalurkan Bantuan Sekolah Bagi Siswa Kurang Mampu
297 Kali dibuka
Musyawarah Penyusunan Perubahan RPJM Desa TA 2022-2030
286 Kali dibuka
Kemnaker Gunakan Aplikasi Pospay untuk Permudah Penyaluran BSU 2025
274 Kali dibuka
Duta GenRe 2025 Perkuat Peran Remaja Wujudkan Generasi Emas
269 Kali dibuka
Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Desa
227 Kali dibuka
Kegiatan Donor Darah di Puskesmas Sekar Biru Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Donor Darah
218 Kali dibuka
Menjadi Penendang Pertama Permainan Bola Api Bupati Markus : Semoga Acara ini Dapat Memberikan Dampak Positif
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
Selamat datang di Desa Sekar Biru, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.
Identitas Desa :
| Kode Desa | : | 1905062001 |
| Kode Kecamatan | : | 190506 |
| Kode Kabupaten | : | 1905 |
| Kode Provinsi | : | 19 |

Kepala Desa

Sekretaris Desa

Kepala Urusan Keuangan

Kepala Urusan Perencanaan

Kepala Seksi Pelayanan Umum

Kepala Seksi Pemerintahan

Kepala Seksi Kesejahteraan

Kepala Dusun Gudang Papan

Kepala Dusun Rambat

Kepala Dusun Stasiun
Desa Sekar Biru
Kecamatan Parittiga, Kabupaten BANGKA BARAT
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
BELUM MENGISI
TOTAL
LAKI-LAKI : 1085 ORANG
PEREMPUAN : 1028 ORANG
BELUM MENGISI : 2914 ORANG
TOTAL : 5027 ORANG
Website Resmi - Desa Digital

